Home / internasional / Development Helps Alliance Ungkap Fakta 15 Negara Yang Rentan Alami Bencana Alam

Development Helps Alliance Ungkap Fakta 15 Negara Yang Rentan Alami Bencana Alam

Development Helps Alliance Ungkap Fakta 15 Negara Yang Rentan Alami Bencana Alam – Hasil kajian teranyar perlihatkan sembilan dari 15 negara yang sangat terdapat resiko alami musibah alam, termasuk juga musibah alam lantaran pergantian iklim, adalah negara kepulauan.
Kajian yang tertera dalam Laporan Kemungkinan Dunia 2018 mengkaji kemungkinan musibah alam, tsunami, badai siklon tropis serta banjir di 172 negara – serta menakar kemampuan semasing negara dalam mengatasi musibah
Kajian ini dikerjakan oleh Kampus Ruhr Bochum, Jerman, serta penggabungan LSM kemanusiaan Jerman, Development Helps Alliance.

Lima belas negara sangat riskan

Team pengamat menggarisbawahi nasib anak-anak pada terutama. Berdasar pada data itu, lebih kurang satu pada empat anak di semuanya dunia tinggal di wilayah-wilayah yang riskan alami musibah.

Diluar itu, data PBB perlihatkan lebih dari 50% masyarakat yang kehilangan hunian karena perseteruan atau musibah alam pada tahun 2017 merupakan mereka dibawah umur 18 tahun.

Area bahaya (Sumber : World Risk Report 2018, Laporan Kemungkinan Dunia 2018)

Negara Indeks kemungkinan (Angka paling tinggi 100)

1. Vanuatu 50, 28

2. Tonga 29, 42

3. Filipina 25, 14

4. Kepulauan Solomon 23, 29

5. Guyana 23, 23

6. Papua Nugini 20, 88

7. Guatemala 20, 60

8. Brunei 18, 82

9. Bangladesh 17, 38

10. Fiji 16, 58

11. Kosta Rika 16, 56

12. Kamboja 16, 07

13. Timor Leste 16, 05

14. El Salvador 15, 95

15. Kiribati 15, 42

Pulau menempati posisi paling atas lantaran kerentanannya pada peristiwa-peristiwa berkenaan dengan iklim, termasuk juga kenaikan permukaan laut.

Pulau kecil Vanuatu di Pasifik Selatan dipandang sebagai negara yang sangat riskan pada dunia, disusul negara tetangganya, Tonga.

Mengenai Indonesia diletakkan di posisi ke-36 dengan indeks kemungkinan 10, 36, dibawah India serta Islandia.

Kepulauan
Kepulauan Filipina yang miliki 104 juta masyarakat dimasukkan ke tempat nomer tiga.

Meski Oceania dipandang sebagai daerah yang untuk beberapa umumnya sangat terdapat resiko dalam laporan yang diatur oleh team pengamat Jerman, beberapa negara Afrika tidak sekedar masuk ke lis 50 negara yang kemungkinan alami musibah alam namun termasuk juga 13 dari 15 negara yang miliki ” kerentanan sosial ” pada musibah.
Berdasar pada laporan, Qatar terdaftar jadi negara yang risikonya sangat kecil.

Kerentanan sosial
Team pengamat mengedepankan pentingnya persiapan menantang musibah alam berlebihan, dengan memakai contoh positif dari beberapa negara Eropa sewaktu alami gelombang panas yang berlangsung saat musim semi serta musim panas tahun ini. Gelombang panas di benua Eropa itu membuat kekeringan yang berpengaruh langsung pada pertanian.

” Yang membuat beberapa negara yang alami kekeringan itu terbebas dari musibah merupakan tingkat kerentanan mereka relatif rendah, ” catat Katrin Radtke, seseorang profesor di Kampus Ruhr Bochum.
Indeks kemungkinan dihitung dengan perhitungkan tidak sekedar peluang terjadinya musibah alam namun pun bagaimana negara siapkan diri menantang musibah alam, perhitungkan beberapa faktor seperti pembuatan building code, tingkat kemiskinan serta gagasan yang disediakan menantang krisis bila betul-betul berlangsung.

Oleh dikarenakan itu kenapa beberapa negara yang kerapkali alami musibah alam, seperti Jepang serta Cile yang diguncang gempa, tdk masuk ke lis 20 negara yang sangat terdapat resiko.

Atau Belanda, yang alami kenaikan permukaan laut saat beratus-ratus tahun, cuma menempati di urutan ke-65.

” Beberapa negara itu tidak bisa meminimalisir kemungkinan yang bisa saja berlangsung karena momen alam, namun mereka tdk termasuk sangat riskan. ” Demikian dikatakan dalam laporan.

Beberapa negara beda, seperti Mesir, kendati negara itu kemungkinan kecil alami musibah, dengan sossial dirasa riskan alami musibah. Negara itu cuma menempati di urutan ke-166 dalam lis, namun skornya lebih tidak baik ketimbang Jepang dalam soal kerentanan serta kekuatan mengatasinya.

” Berkenaan dengan cuaca, 2018 merupakan tahun pembuka mata. Balik, kelihatan jika persiapan menantang momen alam berlebihan merupakan utama, ” kata Angelika Bohling, ketua Development Helps Alliance. .

About admin