Home / kriminal / Ketahuan Selingkuh Dengan Istri Atasan, Serda Evander Bunuh Atasannya

Ketahuan Selingkuh Dengan Istri Atasan, Serda Evander Bunuh Atasannya

Ketahuan Selingkuh Dengan Istri Atasan, Serda Evander Bunuh Atasannya – Serda Evander Febrianto dijatuhi hukuman 18 bulan penjara. Dia bisa dibuktikan membunuh atasannya, Serma Achmad, seusai menyelingkuhi istri Serma Achmad.

Hal semacam itu tersingkap dalam berkas kasasi yg ditulis situs Mahkamah Agung (MA) , Jumat (2/8/2019) . Dalam berkas itu di ceritakan perkara itu berasal kala Serda Evander membawa Amalia bermalam di hotel di Malang pada Desember 2017.

Kala kedua-duanya ingin terjalin tubuh, Serma Achmad menggempur pintu serta merasa kedua-duanya hampir telanjang. Serma Achmad tak terima serta memukul Serda Evander.

Setelah itu Serma Achmad bawa Serda Evander ke suatu lapangan sepakbola di Sumber Waras, Lawang, Malang. Di pojok lapangan, Serma Achmad kembali berikan pelajaran terhadap Serda Evander.

Rasakan tertekan, Serda Evander setelah itu menentang serta menusukkan sangkur ke kepala Serma Achmad. Nyawa Serma Achmad tidak dapat ditolong. Serda Evander setelah itu melarikan diri.

Seusai tertangkap Polisi Militer, Serda Evander diadili di Pengadilan Militer III-12 Surabaya. Pada 8 Oktober 2018, majelis hakim menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara terhadap Serda Evander lantaran bisa dibuktikan membunuh Serma Achmad. Serda Evander pun dicoret dari TNI.

Pada 13 November 2018, Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya kuatkan hukuman 18 bulan penjara. Akan tetapi Serda Evander dikatakan terus di grup TNI. Atas hal semacam itu, oditur (jaksa) militer ajukan kasasi. Apa kata MA?

” Menjatuhkan pidana inti saat 1 tahun serta 8 bulan penjara. Pidana penambahan dicoret dari dinas militer, ” kata majelis kasasi yg diketuai Burhan Dahlan.

Duduk jadi anggota majelis Dudu Duswara dengan anggota Hidayat Manao. Majelis menilainya aksi pembunuhan didahului dengan perselingkuhan Serda Evander dengan istri korban yaitu aksi yg tak pantas dilaksanakan, lebih jadi penegak hukum di lingkungan TNI.

” Korban (Serma Achmad) dari sisi kepangkatan yaitu senior atau atasan terdakwa, yg saling bekerja di Kesatuan Divif 2 Kostrad. Terdakwa yaitu penegak hukum di lingkungan TNI (Polisi Militer) yang wajib berubah menjadi contoh serta figur orang dalam mematuhi peraturan hukum, ” kata majelis dengan nada bundar.

About penulis77