Home / gosip selebriti / Musim panas yg menyengat Itu bikin Tantangan Berpuasa

Musim panas yg menyengat Itu bikin Tantangan Berpuasa

Berpuasa Ramadan masa musim panas di Jerman serta Rusia dapat jadi tantangan buat warga negara Indonesia yg sejauh ini berpuasa cuma sepanjang 13-14 jam.

Akhir Mei selanjutnya merupakan isyarat berakhirnya musim semi di Jerman. Suhu hawa melonjak mencolok jadi 30 derajat celcius. Periode itu bertepatan dengan mulainya beribadah Ramadan warga muslim didunia.

Musim panas yg menyengat itu bikin tantangan berpuasa makin berat.

Angin berhembus kencang berkesinambungan. Cuaca terik. Tenggorokan Rahmi Lestari, 25 th., warga negara Indonesia (WNI) yg belum lama menginjakkan kaki di Jerman pertengahan bln. selanjutnya merasa dahaga.

Ia memang tingal disana utk meniti sekolah bhs di Munchen Volkschochschule, Jerman. Rahmi pertama kalinya menekuni puasa di negeri orang. Sekalian, pertama kali baginya berpuasa lebih dari 14 jam.

Di Jerman, Rahmi sungguh-sungguh rasakan berpuasa sepanjang lebih dari 18 jam.

” Lumayan berat, lebih-lebih bikin saya ini saat kali pertama datang (di Jerman), senantiasa beberapa waktu lantas udah masuk bln. Ramadan, ” kata Rahmi terhadap Tempo pada Sabtu, 17 Juni 2017.

Lebih-lebih ia tdk pernah laksanakan penyesuaian dengan iklim di Jerman. Tdk pelak ia hadapi periode jetlag atau pergantian saat istirahat. Gadis jebolan Kampus Negeri Jakarta itu ada masalah mengatur jadwal tidur, sahur, serta berbuka puasa.

Di Jerman, ia mesti mulai sahur kala waktu 02. 30 saat setempat. Lantaran periode imsak disana waktu 03. 00. Ia mesti merubah jadwal tidur beberapa waktu setibanya di Jerman.

Orang tuanya pernah menganjurkan biar banyak mengkonsumsi madu serta vitamin. Hal tersebut utk memelihara situasi badan yg bakal dipaksa puasa sepanjang nyaris 20 jam

Hari-hari pertama berpuasa merasa sangatlah panjang baginya. Kebanyakan, di Indonesia saat berbuka cuma tunggu 14 jam atau seputar waktu 17. 45 WIB. Dan di Jerman adzan magrib baru terdengar pada waktu 21. 15.

” Kebanyakan seputar waktu 18. 00 udah mulai terasa kering banget tenggorokan mau minum, ” ucap dia. Madu serta meminum air putih yg banyak kala sahur bakal membantunya kuat menekuni puasa.

Tidak hanya itu, yg paling penting buat dia merupakan tekad berpuasa. Hal tersebut yg membuatnya kuat menekuni puasa sepanjang dua minggu paling akhir di Jerman.

Apa yg di alami Rahmi, juga lagi tengah dirasa Sarah Edna Fadilah Ramadhani, mahasiswi Indonesia yg belajar di Fakultas Kedokteran Bashkir State Medical University, Kota Ufa, Republic Bashkortostan, Rusia.

Dia nyaris tujuh th. menekuni puasa di negara sisa Uni Soviet itu.

” Sekarang di Rusia lagi tengah musim panas dengan suhu hawa meraih 44 derajat celcius, ” kata Sarah kala dihubungi lewat sambungan telpon pada hari yg sama. Tantangan berpuasa tambah berat lagi lantaran Sarah juga berpuasa lebih dari 19 jam.

Pada th. pertama tinggal di Rusia, Sarah rasakan ketaksamaan puasa di tanah air dengan di Rusia. Ia beroleh petunjuk dari orangtuanya biar latihan puasa sunnah, 1 bulan saat sebelum Ramadan.

Cara tadi dikira efisien utk melatih resistensi ketahanan badan hadapi panjangnya tempo puasa.

Tidak hanya itu, dia juga buat persiapan mengkalkulasi kepentingan tubuhnya ; dimulai dari kalori, karbohidrat, nutrisi, serta beda sebagainya. Kebanyakan dia akan tambah banyak makan buah, sayur, serta perbanyak air mineral. ” Langkahnya saya tetap masak sendiri, supaya lebih irit juga, ” ucap dia.

Kebanyakan dia juga membagi saat istirahat berapa kali kala siang hari. Selepas kuliah pagi hari, ia bakal tidur di asrama.

Lantas berjalan-jalan atau ngabuburit berbarengan teman-temannya dari Indonesia. Kebetulan di Kota Ufa sedia kan banyak layanan umum utk olah-raga, bermain di taman, serta pusat kegiatan kesenian.

Sepanjang nyaris tujuh th. itu Sarah juga aktif di organisasi Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (Permira). Ia acapkali menggunakan saat puasa dengan berdiskusi serta kesibukan universitas.

Satu salah satunya menghadirkan lagu-lagu atau tarian khas tradisionil Indonesia. Pada bln. depan ia idenya bakal diwisuda serta lekas pulang ke Indonesia pada Agustus.

Kata Sarah, di Kota Ufa juga terdapat banyak warga muslim dari beberapa negara. Mereka kebanyakan buka posko Ramadan di beberapa masjid. Kala hari raya Idul Fitri beberapa orang menyampaikan selamat Lebaran kepadanya serta terhadap umat muslim beda.

Bahkan juga Presiden Rusia Vladimir Putin serta banyak presiden di negara area akan juga menyampaikan selamat Ramadan di stasiun tv nasional. Kata dia, toleransi itu tetap dipupuk oleh mereka. ” Saya salut dengan toleransi disini, ” ujar Sarah.

About admin