Home / kriminal / Polda Bali Tahan 2 Tersangka Penipuan Jual Beli Tanah Yang Melibatkan Mantan Wagub Bali

Polda Bali Tahan 2 Tersangka Penipuan Jual Beli Tanah Yang Melibatkan Mantan Wagub Bali

Polda Bali Tahan 2 Tersangka Penipuan Jual Beli Tanah Yang Melibatkan Mantan Wagub Bali – Polda Bali selanjutnya meredam I Wayan Wakil (51) serta Anak Agung Ngurah Agung (78) , Rabu (10/4) . Kedua-duanya adalah terduga perkara penipuan jual beli tanah yang sertakan bekas Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta.

Direskrimsus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho menjelaskan, I Wayan Wakil mengatakan sudah menyerahkan Sertifikat Hak Punya (SHM) nomer 5048 yang disangka palsu terhadap I Ketut Sudikerta.

” Yang berkaitan pun mengaku sudah terima saluran dana Rp 8 miliar dari PT Pecatu Bangun Bersinar (hasil penjualan tanah) . Yang berkaitan pun sudah terima uang Rp 19 miliar dari AA Ngurah Agung atas penjualan tanah itu, ” katanya kala di konfirmasi, Rabu (10/4) malam.

Sesaat terduga Anak Agung Ngurah Agung kala dicheck polisi, pun mengaku sudah terima uang sebesar Rp 26 miliar dari Sudikerta.

Tidak hanya itu, Anak Agung Ngurah Agung pun mengaku sudah lakukan pelepasan hak pada SHM nomer 5048 yang disangka palsu terhadap Alim Markus, pemilik Maspion Grup yang disebut korban.

Lalu, Anak Agung menyerahkan uang Rp 19 miliar terhadap I Wayan Wakil yang disebut sisi dari Rp 26 miliar yang di terima dari Sudikerta.

” Peranan kedua-duanya aktif dalam kasus penipuan ini. Menurut hasil kontrol serta mendapat dukungan dengan 2 alat bukti yang cukuplah, kalau pada kedua-duanya I Wayan Wakil serta AA Ngurah Agung, sudah ditahan, ” tutur Yuliar.

Perkara ini dimulai dari ditangkapnya Sudikerta dalam perkara penipuan serta penggelapan tanah Rp 149 miliar akhir tahun kemarin. Ia disangka menipu Alim Markus dalam jual-beli tanah. Tidak cuman perkara itu, Sudikerta dijaring clausal pencucian uang.

Sudikerta dijaring dengan Clausal 378 KUHP serta/atau Clausal 263 ayat (2) KUHP serta/atau Clausal 3 UU Nomer 8 Tahun 2010 mengenai pemberantasan serta mencegahan tindak pidana pencucian uang, dengan intimidasi hukuman optimal 20 tahun penjara. Sudikerta terancam juga denda Rp 10 miliar.

About admin