Home / berita bola / Slovenia Itu Wasit Internasional 2003

Slovenia Itu Wasit Internasional 2003

Slovenia Itu Wasit Internasional 2003 – Final Liga Europa pada Ajax Amsterdam lawan Manchester United dapat di pimpin seseorang wasit yg memulai kariernya itu akibat kekeliruan penaksiran dokter.

Damir Skomina, demikianlah nama pengadil lapangan yg dapat mewasiti partai puncak Liga Europa musim ini di Friends Arena, Solna, Stockholm, Kamis (25/5/2017) dinihari WIB.

Pria 40 th. asal Slovenia itu, yg jadi wasit internasional sejak mulai 2003, bukan hanya sosok asing di pentas Liga Europa serta Liga Champions, serta tdk asing lagi dengan laga-laga terutama Eropa.

Skomina salah satunya pernah memimpin pertandingan Piala Super Eropa 2012 pada Chelsea dengan Atletico Madrid, juga final Piala Eropa U-21 th. 2007, jadi ofisial ke-4 final Liga Champions 2013, serta masuk tim wasit di Piala Eropa 2012 serta 2016.

Perjalanan karir Skomina sebagai wasit sendiri dapat di sebut sebagai ” kecelakaan ” . Ia mulai melintasi karir sebagai wasit pada 1992 di umur 16 th. sehabis satu buah salah penaksiran dari dokter.

” Saya memang bermain sepakbola, tetapi kala berusia 15 th. saya diperintah berhenti main oleh dokter-dokter lantaran mereka fikir saya punyai persoalan kesehatan, ” kata Skomina di UEFA. com.

” Namun demikian, kala saya udah beranjak 21 th., mereka menyebutkan bahwa udah buat kekeliruan serta saya dapat bermain sepakbola lagi apabila pengin. Ya, udah telat lantaran kala itu saya udah mulai jadi wasit! ” ceplosnya.

Di Stockholm kelak, Skomina dapat ditemani oleh lima kompatriotnya — asisten wasit Jure Praprotnik serta Robert Vukan, asisten wasit penambahan Matej Jug serta Slavko Vinčić, serta asisten wasit cadangan Tomaž Klančnik. Ofisial ke-4 Gianluca Rocchi dari Italia lengkapi tim wasit utk laga itu.

Tim wasit itu dapat buat persiapan diri utk final kelak dengan latar belakang alunan musik di area rubah. ” Kami punyai satu buah musik pilihan yg kami gemar. Makin dekat ke kick-off, konsentrasi serta motivasi dapat jadi lebih keseluruhan, ” kata Skomina.

” Kami (wasit) juga menjadi satu buah tim, bertepatan dengan dua tim yg bermain. Kami dapat sama sama menyemangati serta sama sama berikan perasaan ‘saya ada disini buatmu’ — serta sebagai tim kami dapat mengusahakan semaksimal kemungkinan di pertandingan terutama ini, ” paparnya.

About admin