Home / kesehatan / Tragedi Penembakan Orlando Serta Larangan Donor Darah Bagi Gay

Tragedi Penembakan Orlando Serta Larangan Donor Darah Bagi Gay

Amerika Serikat memiliki peraturan ketat terkait donor darah. Pria homoseksual serta biseksual hanya dapat menjadi donor apabila tak berhubungan seks bersama pria lain pada 12 bulan terakhir.

Tragedi penembakan di klub gay yang menewaskan 53 orang di Orlando, Florida memicu peningkatan keperluan donor darah. Pada hari pertama usai kejadian penembakan, ada 5.300 orang mendonasikan darahnya bagi para korban luka.

Sempat mencuat rumor jika larangan untuk kaum gay menjadi donor darah bakal dicabut sementara waktu. Rumor tersebut dipicu pernyataan seorang komisioner Kota Orlando, Patty Sheehan.

Tetapi lewat Twitter, pusat donor darah OneBlood menyatakan jika regulasi FDA (Food and Drug Administration) perihal larangan tersebut tetap berlaku.

Kontroversi kembali mengemuka, terlebih dikarenakan tragedi terjadi dekat dengan Hari Donor Darah Sedunia yang diperingati tiap 14 Juni. Beberapa netizen mengecam dengan menyebut jika untuk menjadi donor darah untuk gay peraturannya lebih sulit dibanding mendapat senjata.

Larangan gay menjadi donor darah dimulai 1985 yang menjadi awal epidemi AIDS (Acquired Imuno Deficiency Syndrome) di Amerika Serikat. FDA bahkan sempat menerapkan larangan hampir seumur hidup.

Peraturan tentang donor darah dalam hubungannya dengan penularan HIV-AIDS diperbarui tahun 2015, dan aturan terbaru memberi batasan gay dan pria biseksual hanya boleh menjadi donor darah jika dalam 12 bulan terakhir tidak berhubungan seks dengan sesama pria.

About admin