Home / Uncategorized / Walikota Cirebon Prihatin Akibat Mogok Nya Supir Angkot

Walikota Cirebon Prihatin Akibat Mogok Nya Supir Angkot

Walikota Cirebon Prihatin Akibat Mogok Nya Supir Angkot – yg mogok beroperasi sampai lepas 2 Oktober 2017 kelak. Diakui dia tak mampu lakukan perbuatan banyak tentang sikap yg di ambil sopir angkot mengingat Pemkot Cirebon masihlah mencari pemecahan paling baik ditengah maraknya transportasi on line.

” Saya prihatin oleh karena ada perbuatan mogok angkot. Tetapi pengin bagaimana kembali, itu udah sikap mereka serta kita udah antisipasi, ” kata Azis, Sabtu (30/9/2017) .

Azis berpikir positif tentang perbuatan mogok banyak sopir angkot itu. Walaupun, perbuatan mogok itu masihlah berefek terhadap warga pemakai angkot. Warga, kata dia, cukup kelabakan dengan tak beroperasinya angkot dari bermacam trayek di kota mapun Kabupaten Cirebon.

” Ini yg bakal jadi perhitungan bahwa angkot ini masihlah punyai pasar, buktinya resah warga sangat angkot mogok artinya tanda-tanda masihlah diperlukan. Warga juga kelabakan, ” kata dia.

Andaikan warga tak butuh angkot, lanjut dia, automatic transportasi on line jadi lebih menjamur serta kelihatan. Ditengah jaman digitalisasi ini, Azis mengakui tak dapat menyudahi dengan cara permanen transportasi on line.

” Persoalannya berada pada langkah menghentikannya bagaimana, apakah Pol PP bisa kandangin mobilnya serta sopirnya, tak dapat. Jangankan Pol PP, Polisi lantas tak dapat, kami mohon ke kawan-kawan angkot sadar, ” pinta dia.

Andaikan udah ada persetujuan berbarengan, akhirnya bakal dituangkan dalam Ketetapan Walikota (Perwali) . ” Saya harapkan ada persetujuan di ke dua belahlah pihak, saling sama sama berikan peluang tanpa adanya yg berasa terjajah di keduanya, ” kata dia.

Terlebih dahulu, semua angkot baik trayek dalam serta luar Kota Cirebon kembali menyelenggarakan perbuatan mogok beroperasi sepanjang lima hari sejak mulai Jumat 28 September 2017 sampai Senin 2 Oktober lain kesempatan.

Mogok massal itu berkat pemerintah Kota Cirebon dikira tak menemukannya pemecahan kepada permasalahan transportasi on line serta konvensional. Perbuatan mogok itu juga diperkuat dengan beredarnya surat persetujuan berbarengan banyak sopir angkot dibawah Organda.

About admin